<div style='background-color: none transparent;'></div>

Cari Blog Ini

Pelangsing Paling Ampuh

Total Tayangan Halaman

Hits

Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balita. Tampilkan semua postingan

10 Mitos tentang Perawatan Bayi dan Balita

Sabtu, 11 Juni 2011



Berbicara masalah merawat bayi dari dulu hingga kini tidak akan ada habisnya. Setiap kita berbicara tentang merawat bayi selalu ada-ada saja yang baru kita dengar, baik itu dari segi kedokteran maupun yang hanya merupakan mitos. Tips maupun mitos sering kita terima dari kerabat, tetangga, orangtua, nenek dan kakek. Di bawah ini disajikan bebarapa mitos yang banyak beredar di masyarakat, agar kita mengetahui mana yang benar dan mana yang salah sehingga kita mempunyai pedoman dalam merawat bayi.

1. Tangan dan kaki harus ditutup dengan kaos tangan dan kaos kaki
Ini ada baiknya jika dipakai saat udara dingin atau menghindari bayi terluka dari benda di sekitarnya. Jika tidak dengan kedua tujuan di atas sebaiknya bayi jangan dipakaikan kaos tangan dan kaos kaki. Kaos tangan dan kaos kaki pada bayi dapat menghambat perkembangan indra perabaan bayi.

2. Dilarang memotong kuku bayi sebelum usia 40 hari
Larangan ini tidak benar. Jika kita melarang memotong kuku bayi bisa berakibat fatal. Kuku bisa melukai wajah bayi karena bayi biasanya menggaruk-garuk wajahnya. Yang paling berbahaya adalah jika kuku tersebut melukai kornea mata. Kondisi ini sulit disembuhkan, dan bisa mengakibatkan cacat pada bayi. Tampaknya larangan memotong kuku bayi itu karena takut kulit jari bayi ikut terpotong. Untuk menanggulangi hal tersebut sebaiknya memotong kuku bayi dilakukan dengan gunting khusus kuku bayi.

3. Sebelum usia bayi 40 hari dilarang memandikan pada sore hari.
Memandikan bayi sebelum 40 hari bukan masalah. Bayi yang lahir setelah 6 jam sudah boleh dimandikan. Jika ada pendapat bayi yang dimandikan sore hari akan mengalami masuk angin bisa saja diterima, tetapi waktu mandi bayi bisa diatur. Pagi hari bayi yang baru lahir atau bulan-bulan pertama bisa dimandikan antara jam 8 sampai jam 9 sedangkan pada sore hari bisa dilihat sesuai dengan keadaan cuaca. Sebaiknya bayi dimandikan dua kali dalam sehari.

4. Dilarang membawa bayi ke luar rumah sebelum berusia 40 hari
Larangan ini tidak benar. Bayi bisa dibawa ke luar rumah asalkan dipertimbangkan tempat yang akan dikunjungi. Biasanya di tempat yang banyak dikunjungi orang terdapat banyak kuman penyakit contohnya mall dan pasar. Oleh sebab itu janganlah membawa bayi ke mall, atau tempat keramaian lainnya sebelum usia 1 tahun, karena bayi pada usia tersebut masih rentan terhadap kuman, apalagi yang masih berusia di bawah 40 hari.

5. Hidung ditarik supaya mancung
Cara seperti ini tidak benar, karena tidak ada pengaruhnya menarik pucuk hidung agar hidung mancung. Mancungnya seseorang dipengaruhi bentuk tulang hidung. Bentuk tulang hidung merupakan bawaan. Bagaimanapun caranya, menarik pucuk hidung tidak akan menambah mancungnya hidung.

6. Bayi berusia satu minggu diberi makan pisang dan campuran nasi agar bayi jangan lapar
Hal ini sangat salah, sebab bayi belum mempunyai enzim yang mampu mencerna karbohidrat kompleks dan serat tumbuhan yang begitu tinggi. Jika anda memaksakan hal tersebut bisa mengakibatkan bayi mengalami sembelit. Penting diperhatikan bahwa bayi baru bisa memakan makanan padat pada usia 6 bulan.

7. Memakai gurita agar perut bayi tidak kembung
Ini pendapat yang salah. Gurita tidak ada hubungannya dengan perut kembung. Jika bayi anda memakai gurita dapat mengakibatkan organ dalam tubuh bayi akan kekurangan ruangan. Dinding perut masih lemah. Penting diketahui bahwa organ-oragan tubuh bayi belum sesuai dengan rongga perut dan rongga dada. Lima bulan dalam kandungan organ tubuh tersebut terus tumbuh, padahal tempat tempat yang tersedia masih terbatas. Dianjurkan jangan menggunakan gurita agar organ-organ tubuh bayi bebas berkembang. Selain itu, memakai gurita pada bayi, bisa mengakibatkan bayi tidak leluasa bernapas.

8. Pusar ditindih dengan koin agar tidak bodong
Jika pusar bayi terlalu basar tidak ada manfaatnya ditindih dengan koin. Hal ini dapat menimbulkan infeksi, karena jika tali pusat belum putus, kuman dari koin dapat langsung masuk ke tubuh bayi melalui tali pusat. Ini dapat berakibat fatal bayi dapat menderita sepsis, beredarnya kuman di seluruh tubuh. Kondisi ini bisa mengakibatkan kematian.

9. Dibedong supaya kaki jangan pengkor
Hal ini juga salah total. Membedong bayi bisa mengakibatkan peredaran darah terganggu, dan jantung akan bekerja lebih berat sehingga bayi dapat menderita penyakit pernapasan. Bukan hanya itu dengan membedong bisa menghambat motorik bayi, sebab tangan dan kakinya tidak leluasa bergerak. Membedong bayi sebaiknya dilakukan pada saat bayi selesai mandi, itupun jika udara sangat dingin, dan bedong dalam keadaan longgar.
Orangtua zaman dulu sering ketakutan kalau tidak dibedong kaki bayi akan berbentuk X atau O. Penting diketahui di negara yang sinar mataharinya cukup, tidak akan kita temui orang berkaki X atau berkaki O. Kondisi ini akibat adanya gangguan pada kelenjar parathyroid. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kadar penyerapan kalsium serta pembentukan tulang. Jika orang yang menderita kaki X atau O bukan karena tidak dibedong sewaktu bayi.

10. Takut mencuci rambut bayi setiap mandi khususnya bayi yang masih kecil
Ketakutan akan mitos yang sering mereka dengar bahwa bayi yang sering dicuci rambutnya akan mudah masuk angin. Jika anda memandikan bayi ditempat hangat di dalam ruangan tertutup dan bayi dalam kondisi sehat maka bayi tidak mungkin masuk angin. Mencuci rambut bayi setiap mandi selalu dianjurkan apalagi jika bayi banyak mengeluarkan keringat atau bayi yang cukup aktif. Sebaiknya bayi selalu dibiasakan mencuci rambutnya dengan sampo agar menjadi kebiasaan, tetapi perlu diingat pergunakan sampo yang memang diperuntukkan untuk bayi. Jika bayi sudah besar nanti dan tidak terbiasa memakai sampo saat kecil maka pada suatu saat akan sulit diajak keramas.
Continue Reading | komentar

10 Cara Ajak Balita Cinta Bumi

Senin, 06 Juni 2011


Kita semua perlu peduli dan mencintai lingkungan, termasuk si balita juga bisa! Apalagi anak-anak adalah generasi penerus yang akan hidup lebih panjang menikmati bumi yang indah. Apa yang bisa Anda ajarkan padanya? sumber: kaskus.us
  1. Buang Sampah di Tempatnya
    Bencana banjir yang sering terjadi belakangan ini bisa Anda jadikan contoh akibat buang sampah sembarangan. Ajarkan balita membuang sampah pada tempatnya. Jangan lupa sediakan tempat sampah di beberapa sudut rumah, seperti kamar tidur, ruang keluarga, ruang bermain agar mempermudah dia untuk menemukan tempat sampah. Juga sediakan tempat sampah kecil di dalam mobil –sampah bungkus makanan tidak dibuang ke jalan tentunya!

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Beri pemahaman akan dampak negatif sampah seperti banyak kuman dan bisa mendatangkan penyakit atau bisa menyebabkan banjir.
  2. Membersihkan Halaman Rumah
    Biasanya si bibi atau mbak yang bertugas membersihkan halaman rumah dari sampah dedaunan. Sesekali ajak balita bersama Anda membersihkannya. Minta dia menyapu atau mengambil daun-daun yang jatuh ke tanah. Anda dapat menjelaskan bahwa membersihkan halaman rumah merupakan bentuk dari cinta pada lingkungan yang bersih. Untuk menambah keseruan, ajak dia untuk menghitung daun yang sudah dikumpulkan, lalu menimbun daun-daun tersebut agar bisa ‘berubah’ menjadi pupuk.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Untuk menjaga kesehatan si kecil, gunakan masker. Setelah aktivitas bersih2 selesai, segera cuci tangannya.
  3. Memelihara Binatang Peliharaan
    Anjing atau kelinci merupakan binatang peliharaan yang aman untuk anak-anak. Mereka juga bisa dilatih menjadi sahabat untuk anak. Layaknya sahabat, balita bisa diajarkan bagaimana memelihara, mencintai dan menyayangi binatang. Misalnya memberi makan dan minum, memandikan, bermain bersama, mengelus dan tidak memukul. Cara ini merupakan salah satu trik mengajarkan anak untuk mencintai makhluk hidup lain di luar manusia.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Sedikit tips agar si kecil aman bermain dengan hewan piaraan
    Tips Agar Si Kecil Aman Main dengan Hewan Peliharaan
  4. Ayo, Menanam Tanaman!
    “Manfaatkan” balita yang haus pengalaman dan petualangan untuk menanam tanaman bersama. Ajarkan juga untuk merawat tanamannya. Bila tanaman kelak berkembang subur, dia boleh dapat hadiah.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Tambahkan sedikit pengatahuan tentang tanaman misalnya nama tanaman yg dia tanam atau sirami.
  5. Ajarkan Hemat Air
    Dengan membiasakan mematikan keran saat sikat gigi, balita belajar menghemat air bersih, begitu juga ketika mandi. Tak apa untuk membawa bebek karetnya, atau mobilan amfibinya ke kamar mandi, namun cukup siapkan seember kecil air untuk bermain dan jangan berikan lagi bila airnya dibuang percuma. Katakan padanya, bebek tak dapat berenang lagi bila airnya habis terus menerus dibuang.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Bold: salah satu trik yg bisa digunakan agar si kecil tidak membuang2 air. Anak biasanya suka bermain2 dengan air, pemahaman hemat air akan lebih mudah dicerna anak dengan memberikan contoh kasus.
  6. Membawa Makanan dan Minuman Sendiri
    Membeli jajanan atau camilan di luar rumah pasti akan menggunakan plastik kemasan yang akan terbuang menjadi sampah. Biasakan balita membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Atau membawa wadah sendiri dari rumah untuk membawa makanan dan minuman yang akan dibeli nanti.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Bisa dilakukan dengan membawa tempat bekal/makanan saat si kecil membeli makanan seperti bubur ayam. Tujuannya untuk menghindari penggunaan styrofoam.
  7. Membuat Mainan dari Kardus Bekas
    Ajak balita membuat mainan kereta-keretaan atau mobilan dari kardus bekas. Barang-barang bekas lainnya, seperti botol plastik, piring stirofoam dan lain-lainpun bisa menjadi barang baru. Balita pun belajar bahwa barang-barang yang dibilang sampah masih bisa berguna bila dimanfaatkan.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Mengajarkan anak mengenai recycling suatu benda. Bukan hanya dengan bermain2 saja, tetapi ajaklah anak untuk berkreasi dengan membuat mainan sesuai kreatifitas dan imajinasinya
  8. Membawa Tas Saat Berbelanja
    Menciptakan kebiasaan “anti kantong plastik” sebagai bentuk cinta pada lingkungan adalah kebiasaan yang diacungi jempol. Tularkan ini kepada anak Anda! Saat berbelanja ke pasar swalayan atau toko, minta juga dia untuk membawa tas belanja kesayangannya. Barang belanjaan yang ringan bisa Anda letakkan di dalam tasnya, katakan padanya “Kamu juga boleh membawa barang belanjaan kita. Kita tidak perlu pakai plastik ya, karena plastik di rumah sudah banyak sekali dan tidak terpakai.”

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Ketergantungan kita terhadap kantong kresek masih sulit untuk dihilangkan, agak susah nih
  9. Mari Hemat Listrik
    Ajak anak mencintai lingkungan dengan cara menghemat penggunaan listrik. Ajarkan hal-hal yang mudah dan sederhana, seperti mematikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak menyalakan lampu pada siang hari karena ada sinar matahari yang menerangi. Atau mematikan televisi langsung ke sumbernya (power off) –bukan posisi standby– bila sudah selesai menonton televisi dan komputer bila ia sudah selesai menggunakannya. Ajaran yang sama perlu Anda terapkan pula untuk berhemat pada baterei di mainannya. Hemat konsumsi energy, awet pula mainannya.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Hal ini perlu ditanamkan sejak kecil, selain menghemat energi, juga menghemat cost bulanan untuk pembayaran listrik. Biasanya anak kecil sehabis menonton tv langsung kabur begitu saja meninggalkan tv yg masih menyala. Ajarkan untuk mematikan alat elektronik melalui tombol power saja, jangan langsung mencabut kabel listrik, terlalu berbahaya
    Tapi, dampak negatifnya mengajarkan anak mematikan alat elektronik adalah biasanya suka dijadikan mainan, suka menyalakan - mematikan berulang2
  10. Jalan Kaki atau Naik Sepeda Saat Bepergian
    Banyak manfaatnya bila Anda mengajak anak berjalan kaki atau naik sepeda. Anda mengajarkan padanya tentang mengurangi polusi udara yang keluar dari knalpot kendaraaan bermotor. Juga hemat bahan bakar dan sekaligus memberikan pengalaman menarik selama di perjalanan dengan mengamati pepohonan, jalanan dan aktivitas orang lain.

    Quote:
    Originally Posted by ~GhaDux~
    Bisa mengajak bepergian sambil bermain dengan bersepeda. Berbagai manfaat anak bersepeda diuraikan disini:
    Manfaat Bermain Sepeda Bagi Balita & Faktor² Yang Harus Diperhatikan
Continue Reading | komentar
 
Copyright © 2011. Tentang 10 Hal Yang Mengagumkan . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger